Kemelut

Kemelut

oleh : Japal Fauzi
Orkestra napas sesak berkepanjangan itu seakan-akan tak mau menyingkir dari kerongkongan lelaki bertubuh ceking yang tergeletak di ranjang lembap, dingin, dan bau apek....

Kata Pengantar

Tak terasa TamanFiksi.com kini sudah memasuki edisi 16. Dan gairah penulis dari daerah terasa semakin ‘panas’. Ini terlihat jelas dari naskah yang masuk dan bersaing untuk bisa meramaikan media yang kita harapkan bisa menjadi ‘acuan’ bagi penulis-penulis pemula. 
 
Kenapa Cerpen Apresiasi ditayangkan tanpa sentuhan editor? Itu pertanyaan yang belakangan ini sering masuk email. Ini menunjukkan betapa pembaca jeli melihat perbedaan, juga kritis. Alasannya sederhana: kami mengharapkan Cerpen Apresiasi bisa dijadikan bahan pembelajaran. Tanda baca, ejaan bahasa, gaya penulisan, juga tema, bisa diamati bersama. Tentu saja, kami berharap ada komentar yang mengkritisinya. 
 
Memilah-milih cerpen yang layak ditayangkan sungguhlah bukan pekerjaan ‘asal’. Kami harus bisa melupakan ‘label’ yang tersandang pada nama penulis yang mengirimkan naskahnya. Entah itu teman atau penulis senior. Kami harus tetap obyektif pada karya yang dikirimkannya. 
 
Nah, inilah hasil pergulatan kami dalam memilah-milih cerpen untuk TamanFiksi.com edisi 16. Selamat menikmati.  
 




Tips...

  • Sisi Psikologi Tokoh

    Pernahkah kau selami psikologi sang tokoh ceritamu saat menghadapi konflik? Selama ini, mungkin kau hanya sibuk membuat rancangan peristiwa....
  • Memilih Akhir Cerita

    Tamanfiksi.com - Ketika alur mencapai titik konflik, kau dihadapkan pada pilihan: mengakhiri dengan sedih, bahagia atau biarkan mereka bermain dengan imajinya sendiri. ...
  • Hindari Kesan Meniru

    Saatnya melupakan cerita yang berawal dari kejadian tak sengaja. Tabrakan di toko buku, misalnya. Ini sudah terlalu sering. Kelanjutannya sudah bisa diduga....

Cerpen :

Cerpen Apresiasi :